• Waroeng Rajawali, dibuka pertama kali di Jakarta tanggal 13 Februari 2013.

  • Galeri Produk BUMN

  • Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengunjungi Waroeng Rajawali di Jl. Denpasar Raya - kawasan Mega Kuningan - Jakarta

Sadar akan kekuatan sumber dayanya di bisnis distribusi dan eksistensinya selama ini sebagai produsen consumer goods, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) masuk lebih jauh ke bisnis ritel dengan membuat jaringan toko modern bernama Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali. Hal ini dilakukan dengan mengolaborasikan RNI sebagai produsen gula, teh, dan akan memproduksi minyak goreng, dengan anak perusahaannya yang bergerak di bidang distribusi dan trading, PT Rajawali Nusindo dan kemudian masuk lebih jauh dengan membuat jaringan toko modern dengan sistem kemitraan.

Ismed Hasan Putro, Direktur Utama RNI, menyatakan bahwa pihaknya mau memberikan added value terhadap kondisi yang ada agar untung yang lebih banyak bisa diraih dibanding hanya menjual dengan cara curah atau partai besar. Lebih jelas mengenai alasan RNI masuk ke bisnis ritel dan rencana pengembangannya, berikut wawancara Denoan Rinaldi dengan Ismed Hasan Putro, pada 6 Maret 2013.

Ismed Hasan Putro

Ismed Hasan Putro

Bisa diceritakan mengenai bisnis ritel RNI, Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali?

Warung RNI didirikan 15 Januari 2013 di Bali. Didirikan di Bali karena Bali merupakan daerah internasional. Kami ingin membangun image di area wisatawan mancanegara dan wistawan lokal. Jadi, secara otomatis, dengan hadir di daerah itu maka terjadi percepatan sosialisasi dan promosi karena Bali merupakan daerah yang dikunjungi banyak wisatawan. Bali merupakan tempat promosi yang efektif untuk memperkenalkan Rajawali Mart.

Mengapa nekat membuat Rajawali Mart? Apa yang mendorong RNI masuk bisnis ritel?

Pertama, bisnis ritel ini bukan yang baru bagi RNI. Selama 30 tahun lebih, RNI sudah memiliki Rajawali Nusindo, anak perusahaan RNI yang bergerak di bidang distribusi dan trading di 48 provinsi, kota, dan kabupaten. Rajawali Nusindo ini mendistribusikan produk-produk consumer goods, alat kesehatan, dan obat-obatan dari perusahaan obat internasional yang belum memiliki jaringan distribusi. Selain itu, kami juga mendistribusikan produk-produk Unilever dan Philips yang sudah dilakukan puluhan tahun. Selama ini, jangkauan bisnis kami hanya sebatas distribusi (menjadi distributor) ke outlet. Saya tidak mau hanya sebegitu saja bisnis RNI. Saya mau memberikan added value terhadap kondisi yang ada. Itu landasan saya mengapa RNI saya bawa masuk ke bisnis ritel.

[Continue Reading...]

Ismed Hasan Putro dan Sofyan Basir, Dirut BRI, saat launching Raja Daging di outlet Waroeng Rajawali

Ismed Hasan Putro dan Sofyan Basir (Dirut BRI) saat launching Raja Daging di outlet Waroeng Rajawali, Jakarta

Isu daging masih terdengar santer dalam pemberitaan.  Namun kali ini tidak ada kaitannya dengan kasus suap daging impor yang lalu-lalu, melainkan munculnya produk daging kemasan baru berlabelkan “Raja Daging” keluaran PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 26 Juni 2013 di pelataran parkir Waroeng Rajawali, Jl. Denpasar Raya Kav D III, Jakarta.

Berbeda dengan daging ‘bermasalah’ yang dijual dengan harga selangit akibat skandal suap, Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro seolah membawa kabar gembira di tengah-tengah kenaikan harga bahan makanan pokok, termasuk daging yang terjadi selama sepekan. “Raja Daging” diklaimnya dengan harga Rp 70 ribu saja. Apa latar belakang RNI sebenarnya? Berikut reportase yang berhasil diliput Swa Online :

Berapa jumlah sapi yang dihasilkan RNI per tahun?

Sejak Juli 2012, RNI telah mengembangkan sapi terintegrasi yang dikenal dengan Program Sapi Tebu (Sate), Sapi Sawit (Sasa), Sapi Teh, Program Petani Mitra Binaan Plasma), Kemitraan dan Sarjana Masuk Desa (SMD). Selain melakukan fattening dan breeding, sebentar lagi RNI juga akan mengembangkan pemotongan dan teknologi makanannya. Lokasi peternakan sapi kami berada di PG Jatitujuh dan PG Subang, Jawa Barat yang berkapasitasnya 4250 ekor per bulan.

Selain bentuk investasi lainnya perkebunan sawit mitra Ogan dan Laskar dengan kapasitas 1100 ekor per bulan, Kebun Teh Mitra Kerinci 300 ekor per bulan, KSO dengan BUMD di Banyumulek, NTB, berkapasitas 3500 ekor per bulan dan Rumah Pemotongan Hewan di NTB dan PG Jatitujuh dengan kapasitas masing-masing 100 ekor per bulan. Jadi, jumlah yang dihasilkan RNI dalam setahun mencapai 222.000 ekor per tahun.

Juli nanti RNI akan berkontribusi dengan 3 jenis sapi yaitu simental/limousin yang beratnya rata-rata 600-800 kg, serta sapi Bali, Lombok, dan NTT, yang beratnya antara 250-350 kg. Dan itu akan kami isi untuk pasar Jakarta, khususnya 500-600 ekor per bulan. Daging sapi ini kami upayakan harganya berbasis amanah dan barokah. Karena itu harga jualnya tentu lebih manusiawi dan lebih nasionalis. Harga terendahnya adalah Rp 70 ribu. Harga ini 20 ribu lebih murah dibandingkan dengan harga daging yang diimpor.

[Continue Reading...]

Booth Rajawali Mart di BUMN Innovation Expo & Award 2013

Booth Rajawali Mart di BUMN Innovation Expo & Award JCC, 26-30 Juni 2013

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Semenjak diresmikan pada Januari lalu, Rajawali Mart sebuah anak usaha dari perusahaan plat merah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Berawal dari tujuh gerai, saat ini Rajawali Mart sudah memiliki sebanyak 25 gerai yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makasar.

General Manager PT Rajawali Nusindo (Rajawali Mart) Agus Suryanto mengatakan, pertumbuhan pesat ini didorong oleh keseriusan perusahaan untuk membangun sebuah jaringan dari hulu ke hilir, dimana produk-produk BUMN bisa dipasarkan kepada masyarakat secara lebih mudah melalui gerai-gerai Rajawali Mart.

Kehadiran Rajawali Mart bagi RNI, kata Agus, diharapkan mampu meningkatkan daya saing. Hal ini mengingat penyebaran produk sendiri (own product) dari anak usaha PT RNI terus meningkat, seperti produk gula, teh, produk farmasi OTC (Over the counter) Phapros, kondom dan produk lainnya yang juga didistribusikan oleh PT Rajawali Nusindo maupun GIEB Bali.

“Ini menjadi salah satu upaya PT RNI menuju hilir dengan membentuk jaringan retail yang menghubungkan produk unggulan BUMN agar dapat langsung dikonsumsi masyarakat,” ujarnya kepada Warta Kota, di sela-sela gelaran BUMN Innovation Award & Expo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2013)

[Continue Reading...]

IMG00368-20130213-1140Januari 2013 merupakan awal dibentuknya bisnis ritel dari grup PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan nama/brand Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali. RNI ingin terus bergerak ke hilir, menjangkau konsumen / masyarakat langsung — sekaligus mempersingkat jalur distribusi — terhadap produk unggulannya yaitu gula pasir, teh, obat-obatan, dll. Kedepannya seluruh produk yang dihasilkan oleh para pabrikan BUMN akan diserap dan ditampung oleh Rajawali Mart / Waroeng Rajawali — untuk dipasarkan langsung kepada masyarakat Indonesia, tentunya dengan kualitas barang yang terjamin, harga yang murah dan lokasi outlet yang terjangkau dan nyaman. Tidak hanya itu, sinergi CSR BUMN akan digulirkan untuk memajukan usaha para pebisnis UKM (Usaha Kecil Menengah) untuk bisa mengembangkan usahanya bersama Rajawali Mart / Waroeng Rajawali.

Kerjasama

Kerjasama

Kami membuka kerjasama dengan supplier dan vendor. Penawaran harga dan product-list agar dikirim ke alamat email : info@rajawalimart.com atau hubungi PT. Rajawali Nusindo di no.telp 021-2523820 ext 6345.
Galeri Produk BUMN

Galeri Produk BUMN

Produk-produk unggulan dari perusahaan BUMN dengan kualitas terbaik, pasokan yang terjamin dan harga yang kompetitif. Semuanya mudah dijangkau masyarakat melalui jaringan RajawaliMart dan Waroeng Rajawali.